Skip to main content
Persiapan TOEFL

Apakah TOEFL iBT Sulit untuk Pemula? Ini Realitanya!

Apakah TOEFL iBT Sulit untuk Pemula? Ini Realitanya!

Apakah TOEFL iBT Sulit untuk Pemula? Ini Realitanya!
Apakah TOEFL iBT Sulit untuk Pemula? Ini Realitanya!

Kalau kamu lagi kepikiran buat ambil TOEFL iBT, pasti ada satu pertanyaan yang sering muncul di kepala: “Emang TOEFL iBT itu sesulit itu, ya?” Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak banget orang yang ngerasa ragu duluan sebelum nyoba, bahkan sebelum tahu seperti apa sebenarnya tes ini.

Nah, daripada overthinking tanpa arah, yuk kita bahas bareng secara jujur dan santai. Apakah TOEFL iBT sulit? benar-benar sesulit yang dibayangin? Atau sebenarnya masih bisa banget ditaklukkan asal tahu strateginya?

Sebelum masuk lebih dalam, penting untuk dipahami bahwa TOEFL iBT bukan tes yang dirancang untuk “menjebak” peserta, melainkan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris akademik secara akurat. Banyak peserta yang awalnya merasa kesulitan karena kurang persiapan, tapi setelah memahami pola tes dan berlatih secara konsisten, mereka berhasil mencapai skor yang diinginkan—bahkan melebihi ekspektasi. Jadi, kesulitan itu seringkali lebih karena faktor persiapan daripada tes itu sendiri.

Baca juga: 10 Strategi Speaking TOEFL iBT Biar Jawaban Kamu Lebih Ngena dan Skor jadi Naik

Apa Itu TOEFL iBT?

Sebelum ngomongin soal sulit atau nggaknya, kita kenalan dulu sama TOEFL iBT. TOEFL iBT (Internet-Based Test) adalah tes kemampuan bahasa Inggris yang diakui secara internasional, terutama untuk keperluan studi di luar negeri.

Tes ini mengukur empat skill utama, yaitu:

  1. Reading (membaca)
  2. Listening (mendengar)
  3. Speaking (berbicara)
  4. Writing (menulis)

Semua bagian ini dilakukan secara online dengan sistem yang sudah terstandarisasi. Jadi, bukan cuma sekadar ngerti grammar, tapi juga kemampuan memahami konteks dan komunikasi secara real.

TOEFL iBT dikembangkan oleh ETS (Educational Testing Service), organisasi nonprofit yang sudah puluhan tahun mengelola tes bahasa Inggris akademik. Tes ini diterima oleh lebih dari 13.000 institusi di lebih dari 160 negara, termasuk universitas top seperti Harvard, Stanford, Oxford, dan banyak kampus di Australia, Kanada, serta Eropa. Selain untuk studi, skor TOEFL juga sering digunakan untuk beasiswa, visa pelajar, atau bahkan keperluan kerja di perusahaan multinasional yang mensyaratkan kemampuan bahasa Inggris tinggi.

Yang membuat TOEFL iBT berbeda dari tes lain seperti IELTS adalah fokusnya pada konteks akademik—teks bacaan mirip artikel jurnal, audio seperti kuliah kampus, dan tugas speaking/writing yang mensimulasikan situasi belajar di universitas. Ini membuat tes ini sangat relevan bagi calon mahasiswa internasional.

Jadi, TOEFL iBT Itu Sulit atau Tidak?

Jawaban jujurnya: relatif.

Kenapa relatif? Karena tingkat kesulitan TOEFL iBT sangat tergantung pada beberapa hal, seperti:

  • Seberapa sering kamu pakai bahasa Inggris sehari-hari
  • Seberapa familiar kamu dengan format tes
  • Seberapa siap kamu secara mental dan strategi

Buat yang jarang banget terpapar bahasa Inggris, TOEFL iBT bisa terasa cukup menantang. Tapi buat yang sudah terbiasa, tes ini lebih ke soal teknik dan latihan.

Intinya, TOEFL iBT bukan soal “pintar atau nggak”, tapi lebih ke “siap atau belum”. Banyak testimoni dari peserta Indonesia yang awalnya skornya di bawah 70 (skala lama), tapi setelah 3–6 bulan latihan intensif, berhasil mencapai 90+ atau bahkan 100+. Kuncinya adalah pemahaman bahwa tes ini bisa diprediksi dan dilatih.

Dengan update terbaru mulai 21 Januari 2026, TOEFL iBT menjadi lebih adaptif di bagian Reading dan Listening—artinya soal menyesuaikan tingkat kesulitan berdasarkan performa kamu. Ini bisa membuat tes terasa lebih fair dan akurat, karena kamu tidak lagi diberi soal yang terlalu mudah atau terlalu sulit sepanjang waktu. Selain itu, durasi tes lebih pendek dan skor sekarang menggunakan skala 1–6 (dengan inkrement 0.5), yang lebih selaras dengan CEFR dan memudahkan interpretasi.

Kenapa Banyak Orang Bilang TOEFL iBT Sulit?

Ada beberapa alasan kenapa TOEFL iBT sering dianggap sulit. Yuk kita bahas satu per satu.

1. Semua Skill Diuji Sekaligus

Berbeda dengan tes lain yang mungkin fokus ke satu atau dua aspek, TOEFL iBT menguji empat skill sekaligus. Ini bikin kamu harus benar-benar siap secara menyeluruh.

Bukan cuma bisa baca, tapi juga harus bisa:

  • memahami audio dengan cepat
  • berbicara dengan jelas dalam waktu terbatas
  • menulis dengan struktur yang rapi

Buat sebagian orang, ini cukup “menguras energi”. Bayangkan kamu harus switch dari membaca teks panjang tentang biologi, lalu langsung dengar kuliah tentang sejarah, kemudian bicara pendapat, dan akhirnya nulis esai—semua dalam satu sesi panjang tanpa istirahat panjang. Ini memang demanding, tapi justru melatih kemampuan multitasking yang dibutuhkan di dunia akademik nyata.

2. Waktu yang Terbatas

Setiap section punya waktu yang cukup ketat.

Misalnya:

  • Reading: harus baca teks panjang dan jawab pertanyaan dalam waktu tertentu
  • Listening: harus fokus tanpa bisa ulang audio
  • Speaking: cuma punya beberapa detik untuk mikir sebelum jawab
  • Writing: harus nulis esai dengan struktur jelas dalam waktu terbatas

Kalau nggak terbiasa, ini bisa bikin panik. Tapi dengan latihan timed practice, kamu bisa membangun stamina dan kecepatan. Banyak yang bilang setelah 20–30 kali simulasi full test, waktu terasa lebih longgar karena sudah hafal pacing-nya.

3. Aksen dan Kecepatan Audio

Di bagian listening, kamu bakal denger berbagai aksen bahasa Inggris, bukan cuma aksen Amerika. Kecepatan bicaranya juga cukup natural, bahkan cenderung cepat.

Kalau kamu belum terbiasa denger bahasa Inggris secara aktif, ini bisa jadi tantangan besar. Namun, exposure harian ke podcast seperti BBC Learning English, TED Talks, atau lecture dari universitas top bisa membantu telinga kamu adaptasi. Mulai dari aksen lambat lalu naik ke native speed—ini strategi yang terbukti efektif bagi ribuan peserta.

4. Speaking yang Bikin Deg-degan

Banyak yang bilang bagian speaking itu paling bikin stress. Kenapa?

Karena:

  • kamu harus ngomong langsung tanpa lawan bicara
  • direkam oleh sistem
  • waktu persiapan sangat singkat

Buat yang nggak pede ngomong bahasa Inggris, ini bisa jadi bagian tersulit. Tapi ingat, penilaian bukan soal aksen sempurna, melainkan kejelasan, fluency, dan pengembangan ide. Banyak peserta yang skor speaking naik drastis setelah latihan shadow speaking atau rekam diri sendiri lalu evaluasi.

5. Writing yang Butuh Struktur

Nulis dalam bahasa Inggris itu bukan cuma soal grammar, tapi juga:

  • ide yang jelas
  • alur yang logis
  • penggunaan vocabulary yang tepat

Kalau belum terbiasa, writing bisa terasa berat. Namun, dengan template standar (introduction dengan thesis, body paragraph dengan contoh, conclusion), plus latihan feedback, skor integrated dan independent writing bisa naik cepat. Fokus pada cohesion dan development ide seringkali lebih berpengaruh daripada vocab rumit.

Tapi Tenang, TOEFL iBT Itu Sangat Bisa Dipelajari

Walaupun kelihatannya banyak tantangan, ada kabar baiknya: TOEFL iBT itu bukan tes yang “nggak bisa dikalahkan”.

Justru sebaliknya, tes ini sangat bisa dipelajari karena:

  • formatnya jelas dan konsisten
  • tipe soalnya bisa diprediksi
  • strategi pengerjaannya bisa dilatih

Banyak orang yang awalnya kesulitan, tapi setelah latihan rutin, skor mereka naik signifikan. Apalagi dengan perubahan 2026 yang membuat tes lebih adaptif, peserta dengan kemampuan menengah ke atas sering merasa lebih nyaman karena soal disesuaikan levelnya—tidak lagi terlalu overwhelming.

Baca juga: 10 Strategi Reading TOEFL iBT yang Bikin Kamu Gak Sekedar Nebak Jawaban!

Tips Biar TOEFL iBT Terasa Lebih “Ringan”

Biar kamu nggak ngerasa overwhelmed, ini beberapa tips yang bisa bantu kamu menghadapi TOEFL iBT dengan lebih santai. Tips ini sudah terbukti dari pengalaman ribuan peserta dan tutor berpengalaman.

1. Kenali Format Tes Sejak Awal

Jangan langsung latihan soal tanpa tahu bentuk tesnya. Pelajari dulu:

  • jenis soal
  • waktu tiap section
  • cara menjawab

Dengan begitu, kamu nggak kaget pas hari H. Download official guide dari ETS atau ikut free practice test di situs resmi untuk familiarisasi awal.

2. Latih Listening Setiap Hari

Coba biasakan diri denger bahasa Inggris, misalnya lewat:

  • podcast
  • film tanpa subtitle
  • video YouTube

Tujuannya supaya telinga kamu terbiasa dengan berbagai aksen dan kecepatan bicara. Mulai 30 menit/hari, lalu tingkatkan. Fokus pada note-taking skill karena di tes asli, catatan sangat membantu jawab pertanyaan.

3. Jangan Takut Speaking

Speaking itu soal kebiasaan. Semakin sering latihan, semakin pede.

Coba mulai dari:

  • ngomong sendiri di depan cermin
  • rekam suara kamu
  • latihan jawab pertanyaan sederhana

Nggak harus sempurna, yang penting lancar dulu. Gunakan timer untuk simulasi 15–45 detik prep time. Join language exchange atau app seperti HelloTalk untuk praktik real conversation.

4. Perbanyak Reading

Baca artikel atau teks berbahasa Inggris setiap hari bisa bantu banget. Selain nambah vocab, kamu juga jadi lebih cepat memahami isi teks. Coba baca dari sumber seperti National Geographic, Scientific American, atau The New York Times—mirip gaya teks TOEFL. Target 2–3 artikel/hari sambil catat unknown words dan paraphrase.

5. Latihan Writing Secara Bertahap

Mulai dari:

  • bikin paragraf pendek
  • lanjut ke esai sederhana
  • perhatikan struktur (intro, body, conclusion)

Semakin sering latihan, semakin natural kamu nulis. Gunakan rubrik scoring resmi ETS untuk self-assess, atau minta feedback dari tutor. Fokus pada transition words, varied sentence structure, dan supporting details agar skor integrated writing tinggi.

6. Ikut Simulasi Tes

Simulasi itu penting banget supaya kamu terbiasa dengan tekanan waktu dan suasana tes. Ini juga bantu kamu tahu bagian mana yang masih lemah. Lakukan minimal 1 full test per minggu di minggu-minggu akhir persiapan. Analisis kesalahan secara detail—jangan cuma lihat skor, tapi pahami kenapa salah.

Berapa Lama Persiapan yang Ideal?

Nggak ada patokan pasti, tapi secara umum:

  • 1–2 bulan: untuk yang sudah cukup familiar
  • 3–4 bulan: untuk yang masih basic
  • 6 bulan: untuk yang benar-benar mulai dari nol

Yang penting bukan lamanya, tapi konsistensi latihannya. Buat jadwal harian: 1 jam reading/listening, 30 menit speaking, 45 menit writing, plus review vocab. Dengan pendekatan ini, progres terlihat cepat.

Skor TOEFL iBT yang Dianggap Bagus

Skor TOEFL iBT berkisar antara 0–120 (skala lama sebelum 2026), tapi mulai 2026 menggunakan skala 1–6 dengan inkrement 0.5 untuk lebih intuitif dan selaras CEFR.

Gambaran umumnya (skala lama):

  • 60–80: cukup
  • 80–100: bagus
  • 100+: sangat bagus

Di skala baru, skor 5.0+ dianggap kompetitif untuk kebanyakan program graduate dan universitas top. Target skor tergantung kebutuhan kamu, misalnya untuk kuliah luar negeri biasanya butuh minimal 80–100 (skala lama) atau setara 4.5–5.0 (skala baru). Cek requirement universitas tujuanmu secara langsung karena bisa berbeda.

Mental Juga Penting, Bukan Cuma Skill

Banyak yang sebenarnya sudah siap secara kemampuan, tapi gagal karena mental.

Beberapa hal yang perlu dijaga:

  • jangan panik
  • tetap fokus
  • percaya diri

Kadang yang bikin sulit itu bukan soalnya, tapi pikiran kita sendiri. Teknik seperti deep breathing sebelum tes, visualisasi sukses, atau positive self-talk bisa membantu mengurangi anxiety. Ingat, tes bisa diulang jika perlu—banyak yang ambil 2–3 kali untuk capai target.

Baca juga: Persiapan TOEFL iBT dari Nol! Panduan Lengkap Biar Nggak Bingung Lagi

Jadi, Apakah TOEFL iBT Sulit?

Kalau harus dirangkum dalam satu kalimat:

TOEFL iBT memang menantang, tapi bukan sesuatu yang mustahil untuk dikuasai.

Kesulitannya bukan karena tesnya “kejam”, tapi karena banyak orang belum terbiasa dengan format dan cara belajarnya. Dengan pemahaman pola soal, latihan rutin, dan strategi tepat—termasuk adaptasi dengan perubahan 2026—TOEFL iBT bakal terasa jauh lebih “ramah” dan achievable.

Begitu kamu:

  • paham pola soal
  • rutin latihan
  • tahu strategi

TOEFL iBT bakal terasa jauh lebih “ramah”. Banyak yang bilang setelah lolos, “ternyata nggak seseram yang dibayangin kok”.

Jangan Takut, Mulai Aja Dulu

Seringkali yang bikin kita nggak maju adalah rasa takut sebelum mencoba. Padahal, semua orang yang sekarang punya skor tinggi juga pernah mulai dari nol. Mulai dengan langkah kecil: tes diagnostik gratis, pelajari satu section per hari, atau ikut komunitas TOEFL di forum/social media untuk motivasi.

Jadi kalau kamu lagi mikir, “aku bisa nggak ya?”, jawabannya: bisa banget, asal kamu mau usaha dan konsisten. Setiap jam latihan membawa kamu lebih dekat ke target skor impianmu.

Mau Persiapan Lebih Maksimal? Ini Solusi Simpelnya

Kalau kamu ngerasa belajar sendiri masih kurang efektif atau butuh bimbingan yang lebih terarah, ikut kursus bisa jadi pilihan yang tepat. Kursus terstruktur membantu kamu punya roadmap jelas, feedback instan, dan simulasi tes berkala—semua faktor yang mempercepat peningkatan skor.

Ultimate Education hadir sebagai salah satu rekomendasi tempat kursus terbaik yang menyediakan program khusus TOEFL iBT. Di sini, kamu nggak cuma belajar teori, tapi juga dibimbing dengan strategi yang tepat, latihan intensif, dan simulasi tes yang bikin kamu lebih siap menghadapi ujian sebenarnya—termasuk update format 2026 terbaru.

Nggak cuma itu, Ultimate Education juga menyediakan jasa penerjemah profesional yang bisa bantu kamu untuk berbagai kebutuhan akademik maupun dokumen resmi.

Jadi, kalau kamu pengen persiapan TOEFL iBT yang lebih serius, terarah, dan hasilnya maksimal, Ultimate Education bisa jadi langkah awal yang worth it buat kamu coba. Mulai sekarang, jangan tunda lagi—kesuksesanmu menunggu!

Zola Azizah

Zola Azizah

Penulis di Ultimate Education

Lihat semua artikel →

Artikel Terkait

Need Help? Chat with us