TOEFL iBT vs IELTS! Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Cocok Buat Kamu?
Kalau kamu lagi berencana kuliah di luar negeri, daftar beasiswa, atau melamar kerja di perusahaan internasional, kemungkinan besar kamu akan ketemu dua nama tes bahasa Inggris yang paling sering dipakai di dunia. Ya, TOEFL iBT vs IELTS. Kedua tes ini sudah menjadi standar emas yang diakui ribuan institusi pendidikan, perusahaan multinasional, serta lembaga imigrasi di seluruh dunia.
Banyak calon mahasiswa Indonesia yang berhasil lolos beasiswa bergengsi seperti Fulbright, Chevening, atau Australia Awards justru karena skor TOEFL iBT atau IELTS mereka memenuhi syarat minimal. Bahkan untuk pekerjaan di perusahaan asing, tes ini sering menjadi filter pertama sebelum kamu masuk tahap wawancara. Memilih antara TOEFL iBT dan IELTS bukan sekadar soal preferensi, tapi juga strategi jangka panjang yang bisa mempengaruhi kesuksesan aplikasi kamu.
Banyak orang sering bingung ketika harus memilih salah satu dari dua tes ini. Sekilas keduanya memang terlihat mirip karena sama sama menguji kemampuan bahasa Inggris. Tapi kalau dilihat lebih dalam, sebenarnya ada cukup banyak perbedaan TOEFL iBT dan IELTS yang penting untuk kamu pahami sebelum memutuskan mau mengambil tes yang mana. Perbedaan ini mulai dari aksen yang digunakan dalam audio, jenis interaksi speaking, hingga format penulisan esai yang benar-benar berbeda. Banyak peserta yang akhirnya menyesal karena memilih tes yang tidak sesuai dengan gaya belajar mereka, sehingga skor yang didapat tidak mencerminkan kemampuan sebenarnya. Memahami perbedaan TOEFL iBT dan IELTS secara detail akan membantu kamu menghemat waktu, biaya, dan energi persiapan.
Memahami perbedaan ini bukan cuma soal teori. Pilihan tes yang tepat bisa membuat proses persiapan kamu jadi lebih efektif, lebih nyaman saat ujian, dan tentu saja peluang mendapatkan skor tinggi juga bisa lebih besar. Bayangkan saja kalau kamu lebih nyaman berbicara langsung dengan orang, tapi memilih TOEFL yang mengharuskan kamu bicara ke mikrofon—pengalaman ujian bisa terasa menegangkan. Sebaliknya, jika kamu terbiasa dengan antarmuka komputer dan soal pilihan ganda, IELTS yang mengharuskan tulis tangan bisa terasa kurang optimal. Oleh karena itu, memilih dengan bijak adalah langkah pertama menuju skor impian yang membuka banyak pintu kesempatan.
Nah, supaya kamu tidak salah pilih, kita bahas secara lengkap perbedaan TOEFL iBT dan IELTS mulai dari format tes, cara penilaian, hingga mana yang lebih cocok untuk kamu. Kita akan ulas setiap bagian secara mendalam, termasuk tips praktis yang bisa langsung kamu terapkan. Dengan pemahaman ini, kamu bisa menentukan tes mana yang paling sesuai dengan tujuan kuliah, beasiswa, atau karier internasional kamu. Perbedaan TOEFL iBT dan IELTS bukan untuk membingungkan, melainkan untuk memberi kamu keleluasaan memilih format yang paling menguntungkan.
Baca juga: Berapa Idealnya Skor TOEFL iBT untuk Beasiswa? Ini Standar yang Perlu Kamu Tahu
Sekilas Tentang TOEFL iBT dan IELTS
Sebelum masuk ke pembahasan lebih dalam, penting juga untuk mengenal dulu apa sebenarnya TOEFL iBT dan IELTS. TOEFL iBT adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language Internet Based Test. Tes ini diselenggarakan oleh ETS dan menjadi salah satu standar kemampuan bahasa Inggris yang paling banyak digunakan oleh universitas di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya. TOEFL iBT sudah ada sejak tahun 1964 dan terus berkembang mengikuti teknologi, sehingga versi internet-based ini sangat populer di kalangan pelajar modern yang terbiasa dengan komputer.
Sementara itu, IELTS adalah singkatan dari International English Language Testing System. Tes ini dikelola oleh British Council, IDP, dan Cambridge. IELTS sering menjadi syarat untuk kuliah, kerja, atau imigrasi di negara seperti Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru. IELTS pertama kali diperkenalkan pada 1989 dan dirancang untuk mengukur bahasa Inggris dalam konteks akademik maupun umum, sehingga sangat fleksibel untuk berbagai kebutuhan. Keduanya sama-sama menguji empat kemampuan utama bahasa Inggris yaitu reading, listening, speaking, dan writing. Tapi cara pengujian dan sistemnya cukup berbeda, mulai dari aksen audio hingga cara kamu menyampaikan jawaban.
Keduanya sama sama menguji empat kemampuan utama bahasa Inggris yaitu reading, listening, speaking, dan writing. Tapi cara pengujian dan sistemnya cukup berbeda. TOEFL iBT lebih berfokus pada konteks akademik Amerika, sementara IELTS menawarkan pendekatan yang lebih internasional dengan aksen British, Australian, dan Kanada. Memahami latar belakang ini akan membantu kamu melihat mengapa institusi tertentu lebih menyukai satu tes dibanding yang lain, sehingga kamu bisa menyesuaikan pilihan dengan negara tujuan secara lebih strategis.
Perbedaan TOEFL iBT dan IELTS dari Format Tes
Perbedaan pertama yang paling terasa adalah format tesnya. TOEFL iBT sepenuhnya berbasis komputer dan dilakukan secara online di pusat tes resmi. Semua bagian tes, termasuk speaking, dilakukan melalui komputer. Durasi tes TOEFL iBT sekitar 3 jam tanpa jeda panjang, sehingga kamu harus benar-benar siap secara fisik dan mental untuk berkonsentrasi dalam waktu lama di depan layar.
Sedangkan IELTS memiliki dua pilihan format. Ada IELTS berbasis komputer dan ada juga IELTS berbasis kertas. Untuk bagian speaking, peserta biasanya berbicara langsung dengan penguji. Ini membuat pengalaman ujian terasa cukup berbeda. Pada TOEFL iBT kamu akan lebih banyak berinteraksi dengan layar komputer. Sedangkan pada IELTS kamu akan berinteraksi langsung dengan manusia pada bagian speaking. Bagi yang terbiasa dengan teknologi, format komputer TOEFL iBT terasa lebih modern dan praktis, sementara IELTS kertas masih diminati oleh mereka yang lebih nyaman menulis tangan.
Ini membuat pengalaman ujian terasa cukup berbeda. Pada TOEFL iBT kamu akan lebih banyak berinteraksi dengan layar komputer. Sedangkan pada IELTS kamu akan berinteraksi langsung dengan manusia pada bagian speaking. Bagi sebagian orang, berbicara dengan penguji terasa lebih natural. Tapi bagi yang mudah gugup saat berbicara langsung, speaking TOEFL iBT kadang justru terasa lebih nyaman. Perbedaan format ini juga memengaruhi strategi persiapan: TOEFL menuntut latihan ketik cepat dan navigasi mouse, sedangkan IELTS memerlukan latihan tulis tangan yang rapi dan percakapan tatap muka.
Selain itu, TOEFL iBT biasanya dilakukan di pusat tes dengan komputer yang sudah disediakan, sehingga kamu tidak perlu membawa perangkat sendiri. Sementara IELTS komputer juga tersedia di banyak lokasi di Indonesia, memberi fleksibilitas lebih bagi peserta yang ingin menghindari tulis tangan. Memilih format yang tepat bisa mengurangi stres ujian secara drastis dan meningkatkan performa kamu di hari-H.
Perbedaan TOEFL iBT dan IELTS dari Sistem Penilaian
Perbedaan berikutnya ada pada sistem skor. TOEFL iBT menggunakan skala nilai dari 0 sampai 120. Setiap bagian tes memiliki skor maksimal 30. Pembagiannya biasanya seperti ini:
- Reading maksimal 30
- Listening maksimal 30
- Speaking maksimal 30
- Writing maksimal 30
Total skor yang kamu dapatkan adalah hasil dari keempat bagian tersebut. Skor TOEFL iBT biasanya keluar dalam waktu 5-8 hari setelah tes, sehingga kamu bisa cepat mengetahui hasilnya untuk keperluan aplikasi mendesak.
Sedangkan IELTS menggunakan sistem band score dari 0 sampai 9. Nilai akhir merupakan rata rata dari keempat kemampuan yang diuji. Misalnya jika skor reading kamu 7, listening 7.5, speaking 6.5, dan writing 7, maka nilai akhir akan dihitung dari rata rata tersebut. Konversi skor antara TOEFL iBT dan IELTS sering menjadi topik hangat; secara umum TOEFL 100 setara dengan IELTS 7.0, sedangkan TOEFL 80-90 biasanya setara IELTS 6.5. Namun konversi ini hanyalah panduan, karena setiap institusi memiliki tabel konversi sendiri.
Karena sistem penilaian yang berbeda, kadang orang juga kesulitan membandingkan langsung skor TOEFL dan IELTS. Hal ini sering membuat calon mahasiswa bingung saat membandingkan persyaratan universitas. Oleh karena itu, sebelum tes, selalu cek tabel konversi resmi dari universitas tujuan agar kamu tahu target skor yang realistis. Perbedaan sistem ini juga memengaruhi cara kamu menargetkan latihan: TOEFL lebih fokus pada skor mentah per section, sementara IELTS menekankan keseimbangan antar skill.
Perbedaan TOEFL iBT dan IELTS pada Bagian Speaking
Bagian speaking adalah salah satu perbedaan yang paling sering dibicarakan. Pada TOEFL iBT, kamu akan berbicara ke mikrofon komputer. Jawaban kamu direkam dan nanti akan dinilai oleh penilai resmi. Biasanya kamu akan diberikan waktu singkat untuk mempersiapkan jawaban sebelum berbicara. Setelah itu kamu harus menjawab pertanyaan sesuai waktu yang diberikan, biasanya 45-60 detik per soal.
Sementara itu, pada IELTS kamu akan melakukan percakapan langsung dengan seorang examiner. Tes ini biasanya berlangsung sekitar 11 sampai 14 menit. Format speaking IELTS terdiri dari tiga bagian yaitu perkenalan, topik pendek (cue card), dan diskusi lebih dalam tentang topik tersebut. Banyak peserta merasa speaking IELTS terasa lebih seperti percakapan biasa. Tapi ada juga yang merasa lebih gugup karena harus berbicara langsung dengan penguji yang bisa memberi reaksi langsung.
Perbedaan ini sangat memengaruhi strategi latihan. Untuk TOEFL iBT, latihan terbaik adalah merekam suara sendiri dan fokus pada pengucapan jelas serta struktur jawaban yang terorganisir. Sementara IELTS menuntut latihan percakapan dua arah, body language, dan kemampuan mengembangkan ide secara spontan. Jika kamu lebih suka latihan sendiri tanpa tekanan langsung, TOEFL speaking mungkin lebih cocok. Sebaliknya, jika kamu ingin pengalaman mirip wawancara kerja, IELTS speaking bisa menjadi latihan yang lebih realistis.
Perbedaan TOEFL iBT dan IELTS pada Bagian Listening
Perbedaan TOEFL iBT dan IELTS juga terlihat pada bagian listening. Pada TOEFL iBT, peserta hanya bisa mendengarkan audio satu kali. Setelah audio selesai, kamu harus menjawab pertanyaan berdasarkan apa yang kamu dengar. Materi listening biasanya berupa percakapan di kampus, diskusi akademik, atau penjelasan dosen dengan aksen Amerika yang netral. Kamu boleh mencatat selama mendengarkan, yang sangat membantu untuk mengingat detail penting.
Sementara pada IELTS, format listening terdiri dari empat bagian dengan tingkat kesulitan yang meningkat secara bertahap. Beberapa bagian berbentuk percakapan sehari hari dan sebagian lainnya lebih akademik. Aksen yang digunakan lebih beragam, termasuk British, Australian, dan Kanada. Salah satu perbedaan yang cukup terasa adalah pada IELTS kamu biasanya harus menulis jawaban secara langsung di lembar jawaban atau komputer tanpa opsi pilihan ganda di semua soal.
Perbedaan aksen dan format ini membuat persiapan listening TOEFL iBT lebih fokus pada kecepatan dan catatan, sementara IELTS menuntut pemahaman berbagai aksen serta kemampuan menulis jawaban singkat dengan tepat. Banyak peserta Indonesia mengatakan listening IELTS lebih menantang karena variasi aksen, tapi TOEFL lebih sulit karena hanya satu kali putar audio. Latihan rutin dengan podcast dan video beragam aksen akan sangat membantu untuk kedua tes ini.
Baca juga: Tips Belajar TOEFL iBT untuk Pemula! Panduan Santai Biar Naik Skor
Perbedaan TOEFL iBT dan IELTS pada Bagian Reading
Pada bagian reading, kedua tes sama sama menguji kemampuan memahami teks akademik. TOEFL iBT biasanya terdiri dari beberapa teks yang berkaitan dengan topik akademik seperti sains, sejarah, atau ilmu sosial. Pertanyaan yang muncul sering berbentuk pilihan ganda, dengan durasi sekitar 54-72 menit. Kamu bisa kembali ke teks kapan saja, yang memberi fleksibilitas tinggi.
Sementara itu, IELTS reading memiliki variasi soal yang lebih banyak. Selain pilihan ganda, ada juga soal seperti mencocokkan informasi, melengkapi kalimat, atau menentukan apakah suatu pernyataan benar atau salah. Waktu IELTS reading adalah 60 menit untuk 40 soal tanpa jeda. Bagi sebagian peserta, variasi soal IELTS terasa lebih menantang. Tapi bagi yang terbiasa membaca berbagai jenis teks, bagian ini juga bisa menjadi peluang untuk mendapatkan skor tinggi karena menilai pemahaman mendalam bukan sekadar hafalan.
Perbedaan utama adalah TOEFL reading lebih panjang teksnya tapi soal lebih standar, sementara IELTS lebih pendek tapi variatif. Latihan membaca artikel akademik dari berbagai sumber akan sangat membantu untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi di kedua tes. Banyak peserta yang meningkatkan skor reading mereka hanya dengan membiasakan diri membaca 20-30 menit setiap hari.
Perbedaan TOEFL iBT dan IELTS pada Bagian Writing
Pada bagian writing, kedua tes juga memiliki pendekatan yang berbeda. TOEFL iBT biasanya memiliki dua tugas utama. Tugas pertama adalah integrated writing, di mana kamu harus membaca teks, mendengarkan audio, lalu menulis respon berdasarkan kedua informasi tersebut. Tugas kedua adalah independent writing, yaitu menulis esai yang berisi pendapat pribadi tentang suatu topik dalam waktu 30 menit.
Sedangkan IELTS writing juga memiliki dua tugas. Tugas pertama biasanya berupa analisis grafik, tabel, atau diagram. Kamu harus menjelaskan informasi yang ada secara jelas dan sistematis. Tugas kedua adalah menulis esai yang membahas suatu isu atau topik tertentu. Karena formatnya berbeda, strategi latihan untuk kedua tes ini juga tidak sama. TOEFL writing menekankan kemampuan merangkum dan menghubungkan informasi, sementara IELTS lebih menilai kemampuan analisis visual dan argumen yang kuat.
Perbedaan ini membuat banyak peserta yang kuat dalam esai opini lebih menyukai TOEFL, sementara yang pandai menganalisis data lebih nyaman dengan IELTS Task 1. Latihan menulis esai 300 kata setiap hari serta belajar struktur paragraf akan sangat membantu untuk meningkatkan skor writing di kedua tes secara signifikan.
Mana yang Lebih Mudah: TOEFL iBT atau IELTS?
Pertanyaan ini sebenarnya tidak memiliki jawaban yang mutlak. Beberapa orang merasa TOEFL iBT lebih mudah karena semua dilakukan melalui komputer dan sebagian besar soal berbentuk pilihan ganda. Namun ada juga yang merasa IELTS lebih mudah karena speaking dilakukan seperti percakapan biasa dan format soal terasa lebih variatif. Yang pasti, “mudah” atau “sulit” sangat tergantung pada kekuatan pribadi kamu.
Pilihan terbaik biasanya tergantung pada gaya belajar dan kenyamanan kamu saat menggunakan bahasa Inggris. Jika kamu lebih nyaman berbicara langsung dengan orang lain, IELTS mungkin terasa lebih cocok. Namun jika kamu lebih terbiasa dengan tes berbasis komputer dan tidak terlalu suka interaksi langsung saat ujian, TOEFL iBT bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman. Banyak peserta Indonesia yang mencoba kedua tes akhirnya memilih satu yang sesuai setelah melakukan simulasi ujian gratis di rumah.
Faktor lain yang sering diabaikan adalah aksen: TOEFL menggunakan aksen Amerika yang cenderung lebih netral, sementara IELTS memiliki variasi aksen internasional. Jika kamu sudah terbiasa mendengar film atau podcast Amerika, TOEFL listening mungkin lebih mudah. Sebaliknya, jika kamu suka BBC atau podcast British, IELTS akan terasa lebih familiar. Dengan mencoba contoh soal resmi dari kedua tes, kamu bisa merasakan sendiri mana yang lebih sesuai sebelum mendaftar.
Negara Tujuan Juga Bisa Menentukan Pilihan Tes
Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah negara tujuan kamu. Banyak universitas di Amerika Serikat lebih familiar dengan TOEFL iBT, walaupun sebagian besar juga menerima IELTS. Sedangkan negara seperti Inggris, Australia, dan Kanada sering menjadikan IELTS sebagai salah satu standar utama untuk studi maupun imigrasi. Bahkan untuk visa kerja atau permanent resident di Australia dan Kanada, IELTS sering menjadi syarat wajib.
Karena itu sebelum memilih tes, sebaiknya cek dulu persyaratan dari universitas, program studi, atau lembaga yang kamu tuju. Dengan begitu kamu tidak perlu mengulang tes hanya karena salah memilih jenis ujian. Banyak universitas top dunia kini menerima keduanya, tapi skor minimum dan konversi yang diminta bisa berbeda. Selalu kunjungi website resmi universitas atau hubungi admissions office untuk konfirmasi terbaru agar aplikasi kamu lancar tanpa hambatan.
Tips Memilih Tes yang Paling Cocok
Supaya tidak bingung menentukan pilihan, ada beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan. Pertama, cek persyaratan dari universitas atau program yang kamu tuju. Ini adalah langkah paling penting karena akan menghemat waktu dan biaya di kemudian hari. Kedua, kenali gaya belajar kamu sendiri. Apakah kamu lebih nyaman dengan komputer atau percakapan langsung.
Ketiga, coba lihat contoh soal dari kedua tes. Dari situ biasanya kamu bisa langsung merasakan format mana yang lebih cocok. Keempat, pertimbangkan juga waktu persiapan. Jika kamu sudah terbiasa dengan salah satu format tes, biasanya proses belajar akan terasa lebih cepat. Kelima, pikirkan tentang jadwal tes dan lokasi terdekat di kota kamu. TOEFL iBT biasanya lebih banyak slot komputer, sementara IELTS speaking kadang memerlukan booking khusus untuk penguji.
Baca juga: Kursus GMAT di Ultimate Education! Persiapan Maksimal untuk Meraih Skor Tinggi
Persiapan yang Tepat Bisa Membuat Skor Lebih Maksimal
Apa pun pilihan tes kamu nanti, satu hal yang tidak boleh diabaikan adalah persiapan. TOEFL iBT dan IELTS sama sama membutuhkan latihan yang cukup. Bukan hanya belajar grammar atau kosakata, tapi juga memahami strategi menjawab soal, mengatur waktu, dan membiasakan diri dengan format tes. Banyak peserta sebenarnya memiliki kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik. Tapi karena kurang latihan dengan format ujian, skor yang didapatkan jadi tidak maksimal.
Itulah kenapa mengikuti kursus atau bimbingan persiapan tes sering menjadi langkah yang sangat membantu. Latihan simulasi ujian lengkap setiap minggu, review kesalahan secara detail, dan teknik time management bisa meningkatkan skor kamu hingga 10-20 poin dalam waktu singkat. Selain itu, jangan lupa menjaga kesehatan mental dan fisik menjelang tes—istirahat cukup dan latihan pernapasan akan membantu mengurangi rasa gugup di ruang ujian.
Persiapan yang terstruktur juga mencakup membangun vocabulary akademik, latihan mencatat cepat, dan menganalisis pola soal dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan pendekatan ini, perbedaan TOEFL iBT dan IELTS tidak lagi menjadi kendala, melainkan menjadi peluang untuk memaksimalkan potensi kamu.
Siap Menghadapi TOEFL iBT? Persiapan yang Tepat Itu Penting
Kalau kamu sedang mempersiapkan diri menghadapi tes TOEFL iBT, belajar secara terarah bisa membuat prosesnya jauh lebih efektif. Ultimate Education hadir sebagai salah satu rekomendasi tempat kursus terbaik yang menyediakan program kursus dan bimbingan TOEFL iBT dengan materi yang lengkap, strategi pengerjaan soal yang jelas, serta bimbingan dari tutor berpengalaman. Program ini dirancang khusus untuk membantu peserta Indonesia mencapai skor tinggi dengan metode yang praktis dan terukur.
Selain itu, Ultimate Education juga menyediakan layanan jasa penerjemah profesional untuk berbagai kebutuhan dokumen akademik maupun profesional. Mulai dari dokumen pendidikan, berkas pendaftaran kuliah, hingga kebutuhan lainnya yang memerlukan terjemahan bahasa Inggris yang akurat dan terpercaya. Dengan kombinasi kursus TOEFL iBT dan layanan penerjemahan, kamu bisa menyelesaikan seluruh persiapan aplikasi kuliah luar negeri dalam satu tempat yang terintegrasi.
Dengan persiapan yang tepat dan bimbingan yang sesuai, perjalanan kamu menuju skor TOEFL iBT impian tentu bisa terasa jauh lebih mudah. Jangan ragu untuk mulai sekarang—setiap hari latihan adalah investasi untuk masa depan cerah di kancah internasional. Perbedaan TOEFL iBT dan IELTS memang nyata, tapi dengan pemahaman dan persiapan yang matang, kamu pasti bisa unggul di tes pilihanmu.